Maket Kampus dari Buku Tulis

Diposting oleh Wikey on Sep 11, 2012


Masa orientasi mahasiswa baru (maba) tak hanya dihiasi dengan aksi perploncoan dan aksi sok jagoan para senior. Di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, masa orientasi pengenalan kampus (ospek) dikemas dengan cara unik.

Mereka membuat maket kampus massa ITS dari buku tulis di Taman Alumni, Kampus ITS Sukolilo, Surabaya. Maket massa ini merupakan simulasi total (simtot) dari seluruh aspek materi Generasi Integralistik (Gerigi) ITS. Setiap maba membawa dua buah buku tulis yang dibungkus kertas cokelat. Karena maba ITS 2012 berjumlah 4.500 orang, sehingga ada sekira 9.000 buku tulis kosong.















Buku tersebut disusun sesuai kode yang diberi oleh panitia dan ditumpuk pada area di atas vinyl berukuran 10 meter x 10 meter. "Vinyl itu bergambarkan peta kampus ITS Sukolilo dan Manyar yang berskala 1 : 108," kata Koordinator SC Nanda Tito P, kemarin.

Tito menambahkan, tumpukan buku tersebut merupakan massa bangunan yang ada di ITS Surabaya. Setelah terbentuk bangunan maka akan diberi atap yang juga terbuat dari buku. Apabila telah terbentuk bangunan yang lengkap, mahasiswa baru dapat menghias bagian atapnya dengan miniatur pohon yang nantinya akan mereka buat sendiri dari plastisin. Dan untuk itu, digunakan bahan buku tulis sejumlah 9.000 baik untuk bangunan dan atapnya.

Usai dibuat maket bangunan, bahan itu tidak dibiarkan begitu saja. Usai acara Simulasi Total, buku tersebut disumbangkan kepada mereka yang membutuhkan. Antara lain disumbangkan ke panti asuhan, anak jalanan dan lain-lain. "Kami berharap kegiatan ini dapat memupuk rasa kepedulian dan solidaritas kepada sesama," tambah Ketua Pelaksana Himawan R Auditiardy.

Himawan juga berharap, kegiatan ini mampu menjadi pembangkit semangat bagi seluruh citivas akademika ITS. Gerigi ITS digelar pada 7-9 September 2012 di kampus ITS. Dan kemarin merupakan acara pamungkas dalam pelaksanaan Gerigi ITS.

"Dengan seperti ini, peserta lebih antusias," tambah panitia lainnya Dean Ruditya.
Sementara itu, salah satu maba ITS Alfan mengungkap, dia sangat senang dengan kegiatan semacam ini. Apalagi, untuk pembelajaran pengenalan kampus dibuat dengan cara yang unik. "Jadi tidak membosankan," terangnya.

(arief ardliyanto/koran si)

{ 0 komentar ... read them below or add one }